Rabu, 22 Mei 2013

SYIRIK BESAR



  1. Menyembah kuburan
  Yaitu keyakinan bahwa wali-wali yang telah meninggal, dapat memenuhi kebutuhan, melapangkan kesusahan, dan dapat dimintai pertolongan serta perlindungan.
  Hal ini dibantah oleh Allah (QS. Al-Ahqaaf (46): 5)
                وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
                “Dan siapakah yang lebih sesat dari orang-orang yang meminta sesembahan-sesembahan selain Allah, yang tidak dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari doa mereka?”
  Juga dalam QS. Al-A`raaf (7): 194
                إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [الأعراف/194]
                “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah, adalah makhluk (lemah) yang serupa dengan kamu. Maka Serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.”
  Rasulullah saw bersabda,
                ((مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ)) [رواه البخاري]
                “Barangsiapa meninggal sementara ia memohon kepada selain Allah, maka ia pasti masuk neraka.” (HR. Al-Bukhari)
  1. Menyembelih untuk selain Allah
                Rasulullah bersabda,
((لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ)) [رواه مسلم: 3/1567]
                “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.” (HR. Muslim)
  1. Menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah
  QS. At-Taubah (9): 31
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
                “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah.”
  QS. At-Taubah (9): 59
وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ
                “Dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar.”
  1. Mendatangi tukang ramal:
q  Yang datang sekedar Iseng
                “Barangsiapa mendatangi seorang dukun (peramal), lalu bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak diterima selama 40  malam (hari).” (HR. Muslim, no. 4137)
q  Yang datang sambil mempercayai dan membenarkan perkataan sang dukun.
                “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu percaya kepada perkataannya, maka ia telah kafir kepada agama yang diturunkan kepada Muhammad.”
  1. Memakai jimat, atau meyakini benda tertentu bisa mendatangkan manfaat, padahal Allah tidak menciptakannya seperti itu. Rasulullah saw bersabda,
((مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ)) [أحمد: 4/156 والحاكم: 4/219]
                “Barangsiapa menggantungkan jimat, maka dia telah berbuat syirik.”
((إِنْزَعْهَا فَإِنَّهاَ لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْناً، فَإِنَّكَ لَوْ مُتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا)) [أحمد: 4/445 وابن حبان: 1410]
                “Lepaskan jimat itu, ia tidak menambahkan selain penyakit pada anda. Seandainya anda meninggal dengan jimat pada anda, selamanya anda tidak akan beruntung.”
  1. Ramalan bintang (keyakinan bahwa bintang berpengaruh terhadap kejadian dan kehidupan manusia). Rasulullah bersabda,
           
                “Tahukah kalian apa yang dikatakan Tuhan kalian?” mereka menjawab, “Allah dan rasul-Nya paling tahu.” rasulullah berkata, “Allah telah berfirman: pagi ini di antara hambaKu ada yang mukmin dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: kami diberi hujan karena keutamaan Allah dan rahmatNya, maka itulah orang yang beriman kepadaKu. Sedangkan orang yang mengatakan: Kami diberi hujan karena bintang ini dan itu, maka itulah orang yang kafir kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR. Al-Bukhari, no. 980)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar