- Menyembah kuburan
Yaitu
keyakinan bahwa wali-wali yang telah meninggal, dapat memenuhi kebutuhan,
melapangkan kesusahan, dan dapat dimintai pertolongan serta perlindungan.
Hal ini
dibantah oleh Allah (QS. Al-Ahqaaf (46): 5)
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا
يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
“Dan siapakah yang lebih sesat
dari orang-orang yang meminta sesembahan-sesembahan selain Allah, yang tidak
dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari doa
mereka?”
Juga dalam
QS. Al-A`raaf (7): 194
إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ
فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [الأعراف/194]
“Sesungguhnya berhala-berhala
yang kamu seru selain Allah, adalah makhluk (lemah) yang serupa dengan kamu.
Maka Serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu,
jika kamu memang orang-orang yang benar.”
Rasulullah
saw bersabda,
((مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ
اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ)) [رواه البخاري]
“Barangsiapa
meninggal sementara ia memohon kepada selain Allah, maka ia pasti masuk neraka.”
(HR. Al-Bukhari)
- Menyembelih untuk selain Allah
Rasulullah bersabda,
((لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ)) [رواه مسلم: 3/1567]
“Allah melaknat orang yang
menyembelih untuk selain Allah.” (HR. Muslim)
- Menghalalkan apa yang
diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah
QS.
At-Taubah (9): 31
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ
اللَّهِ
“Mereka menjadikan
orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah.”
QS.
At-Taubah (9): 59
وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ
دِينَ الْحَقِّ
“Dan mereka tidak mengharamkan
apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama
yang benar.”
- Mendatangi tukang ramal:
q Yang datang
sekedar Iseng
“Barangsiapa
mendatangi seorang dukun (peramal), lalu bertanya kepadanya tentang suatu hal,
maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam (hari).” (HR.
Muslim, no. 4137)
q Yang datang
sambil mempercayai dan membenarkan perkataan sang dukun.
“Barangsiapa
mendatangi dukun atau peramal, lalu percaya kepada perkataannya, maka ia telah
kafir kepada agama yang diturunkan kepada Muhammad.”
- Memakai
jimat, atau meyakini benda tertentu bisa mendatangkan manfaat, padahal
Allah tidak menciptakannya seperti itu. Rasulullah saw bersabda,
((مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ
أَشْرَكَ)) [أحمد: 4/156 والحاكم: 4/219]
“Barangsiapa
menggantungkan jimat, maka dia telah berbuat syirik.”
((إِنْزَعْهَا فَإِنَّهاَ لاَ تَزِيْدُكَ
إِلاَّ وَهْناً، فَإِنَّكَ لَوْ مُتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا))
[أحمد: 4/445 وابن حبان: 1410]
“Lepaskan
jimat itu, ia tidak menambahkan selain penyakit pada anda. Seandainya anda
meninggal dengan jimat pada anda, selamanya anda tidak akan beruntung.”
- Ramalan
bintang (keyakinan bahwa bintang berpengaruh terhadap kejadian dan
kehidupan manusia). Rasulullah bersabda,
“Tahukah
kalian apa yang dikatakan Tuhan kalian?” mereka menjawab, “Allah dan rasul-Nya
paling tahu.” rasulullah berkata, “Allah telah berfirman: pagi ini di antara
hambaKu ada yang mukmin dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: kami
diberi hujan karena keutamaan Allah dan rahmatNya, maka itulah orang yang
beriman kepadaKu. Sedangkan orang yang mengatakan: Kami diberi hujan karena
bintang ini dan itu, maka itulah orang yang kafir kepadaku dan beriman kepada
bintang-bintang.” (HR. Al-Bukhari, no. 980)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar